Pengalaman di Tanah Suci Makkah (2)

Sebelum memasuki penginapan sudah pasrah saja dapat penginapan dimana. Bila dapat penginapan yang jauh dari Masjidil Harom kudu diniatkan ikhlash agar kita dapat pahala setiap langkah berjalan. Waktu itu saya dapat di Ajiziyah kurang lebih 3,5 km dari masjidil haram. disediakan kendaraan bis untuk mengangkut jamaah. tapi pada jam tertentu jamaah harus antri untuk menaiki bis. daripada lama menunggu bis dan khawatir ketinggalan berjamaah di masjidil haram akhirnya saya berjalan kaki meskipun ditempuh kurang lebih setengah jam. nggak masalah karena ada keyakinan setiap langkag diganti pahala. Barangkali yang pergi haji belakangan ini banyak jamaah haji yang penginapannya lebih jauh maka yang penting membawa bekal ikhlas agar kita senang menjalaninya. Nilai sholat di masjidil haram hingga 100 ribu kali menjadikan motivasi tersendiri. lumayan buat nutup yang bolong dulu selagi mudah. sehabis sholat langsung thowaf mengelilingi ka’bah karena towaf ini bagi saya ibadah yang menyenangkan. kita yang tadinya kurang khusu’ akan terbawa khusu’ karena terbawa jamaah sekeliling. ada yang bacaanya dikeraskan dan ada yang bacaannya lirih semuanya bercampur jadi satu. kadang terjepit gelombang aliran manusia tiba-tiba reflek bacaan do’a semakin dikeraskan. beginikah nanti kita berjalan diakherat gumamku dalam hati. semakin dekat dengan kakbah towaf semakin berdesakan tapi lebih cepat selesai. Meskipun berdesakan tak jadi masalah karena menambah kekhusu’an. Tatkala angin sejuk bertiup terasa nafas begitu nikmatnya saat berdesakan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s